KAMIS, 24 APRIL 2014
 
        Lupa Password?

detikTravel

detikTravel

Info Promosi Travel

Wego
Tags
This will be shown to users with no Flash or Javascript.
KoKiTour
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Terpikat Kilauan Batu Permata di Kebun Sayur Balikpapan
Herman Suparman

 

Kilauan batu-batu berwarna-warni yang tertata rapi di dalam etalase kaca itu begitu menarik perhatian saya. Walaupun tidak terlalu faham tentang seluk-beluk batu permata, tidak menghalangi saya untuk memasuki sebuah kios yang memajang batu-batu indah tersebut.

Pasar Inpres Kebun Sayur memang pusat penjualan batu permata di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Terdapat puluhan kios yang menjual aneka macam batu perhiasan terutama khas Kalimantan, salah satunya adalah batu kecubung. “Batu kecubung asli Kalimantan itu ada tiga warna, yaitu ungu, putih dan warna teh,” papar Pak Hadi, salah satu pedagang yang kiosnya saya sambangi. Beliau sudah hampir lebih dari 15 tahun berjualan disini. Tidak hanya batu kecubung yang ada di kiosnya beliau, terdapat juga berbagai macam batu perhiasan lainnya dari seluruh nusantara mulai jamrud, safir, kalimaya, merah delima dan tentunya beraneka warna batu akik yang sudah umum ditemukan di pulau Jawa. Bahkan batu-batu dari mancanegara pun tersedia, seperti dari Kolombia, Birma, Srilanka, Thailand, dan lain-lain.

Dengan ramah, beliau juga menjelaskan berbagai hal tentang batu permata. Ia tidak segan mengeluarkan beberapa koleksinya digelar di atas meja. Ini yang membuat saya makin tertarik dan betah berlama-lama mengamati keindahan batu-batu tersebut. Ternyata, pembentukan batu perhiasan dari tambang itu ada dua jenis, yaitu pembentukan secara manual dan teknik cutting menggunakan mesin.

Teknik cutting menggunakan mesin menghasilkan bentuk yang lebih indah dan rapi. Permukaannya bisa dibentuk berlekuk-lekuk menjadi banyak segi sehingga akan lebih berkilau ketika terpapar cahaya. Proses cutting hanya bisa dilakukan di Martapura karena alatnya hanya tersedia disana. Apabila menggunakan teknik manual, bentuknya terbatas hanya bulat atau lonjong membentuk setengah bola.

Dari Pak Hadi, saya juga jadi tahu bahwa jamrud itu hanya mempunyai warna hijau, di bagian belahan dunia manapun. Dan, saya pun cukup beruntung mempunyai kesempatan memegang sebuah jamrud berdiameter kira-kira dua centimeter seharga sekitar tiga juta rupiah.

Jamrud tersebut ternyata bukan batu termahal yang dimiliki beliau. Di kiosnya, ia memiliki batu berlian seharga Rp 15 juta. Bahkan, di kios-kios yang lain, ada juga yang berharga sampai ratusan juta. Tapi tidak usah kuatir, tidak semua batu-batu perhiasan tersebut dibandrol dengan harga selangit. Masih terdapat batu-batu yang harganya terjangkau dan tak kalah indahnya. Salah satunya yang saya beli yakni sebuah batu safir biru harga Rp 50 ribu, sudah termasuk batang cincin sesuai ukuran jari manis. “Safir biru adalah lambang kebijaksanaan, cocok dengan Anda”, ujar Pak Hadi menawarkan. Saya hanya tersenyum. Bisa saja beliau mengambil hati pembeli.

Pasar Inpres Kebun Sayur tidak hanya menyediakan batu-batu permata dengan harga murah dan kualitas terbaik. Secara umum, pasar ini merupakan pusat kerajinan khas Kalimantan diantaranya manik-manik, bros, gelang, kalung, sarung Samarinda, kain batik khas motif “ampik”. Dan tentu saja, pasar ini menyediakan aneka kerajinan tradisional suku Dayak seperti senjata Mandau, kain tenun ikat Doyo, baju kurung, dan lain-lain.

Untuk mencapai pasar yang awalnya dulu didirikan di atas kebun kangkung ini tidak sulit. Jaraknya cukup dekat, hanya sekitar 30 menit dari bandara Sepinggan. Anda bisa menyewa mobil atau naik angkutan kota. Jangan kuatir, jauh dekat ongkos angkutan kota atau yang lebih dikenal dengan sebutan taksi oleh warga setempat ini hanya tiga ribu rupiah. Selama perjalanan pun cukup nyaman, karena jalan-jalan di kota Balikpapan rapi dan bersih, jauh dari macet.

Jadi, buat Anda yang kebetulan berkunjung ke kota Balikpapan, jangan lupa mampir ke Pasar Inpres Kebun Sayur untuk membeli souvenir sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.

Pasar Inpres Kebun Sayur
Jl. Pasar Inpres, Balikpapan
Kalimantan Timur
Koordinat: S1.23527? – E116.82323

ILUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI 

MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA

Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


1 dari 7 Halaman Komentar | First Prev Next Last
Kebun sayur deket rumahku, tapi ga pernah beli di Balikpapan, lebih suka beli di Martapura
Posted by: tika | Selasa, 14 Desember 2010 | 18:31 WIB
@dewimeong : boleh aja...yg ukuran cincin ya...dijamin aslun klo kecubung kalimantan..
Posted by: wolflew | Jumat, 12 November 2010 | 17:07 WIB
@dianichan, @caridaki, @wyd, @uka, @aloha, @lindacheang, @wolflew, @jinjer, @sirpa09, @SU, @lafolwies, @fabiola, @dewimeong: saya juga gak terlalu faham ttg batu-batuan, makanya beruntung bgt pas bisa mampir ke kebun sayur, indah2 lho warnanya...
Posted by: kardoun | Jumat, 12 November 2010 | 15:45 WIB
@ Meong ... masih baik kecubung asal bukan ahli kecebong ( anak kodok ) wkwkwkk
Posted by: sirpa09 | Kamis, 11 November 2010 | 21:21 WIB
pak dhe..maka lew ahli kecubung wkwkwk
Posted by: dewimeong | Kamis, 11 November 2010 | 21:17 WIB
Anda harus login untuk memberi komentar pada Artikel ini...
About KoKi | Info iklan | Privacy policy | Terms of use| Karir | Contact Us
 
© 2008 - 2009 KoKi. All rights reserved